Eat & Eat, Kelapa Gading

Kelapa Gading, menurutku surganya makanan atau bisa juga disebut DTWK (Daerah Tujuan Wisata Kuliner) he he..
Betapa tidak, jika kita masuk Boulevard dari arah PuloMas maka disebelah kanan kita akan ditawari Babi Guling ala Bali,
kemudian juga Restaurant Sea Food Sedap Malam yang setiap malam asap mengepul dengan jejeran mobil parkir. Kemudian juga ada A&J Bakery sebuat toko roti dengan rasa model Breadtalk dengan harga yang lebih murah, lalu ada Gepuk Ny. Ong, Gado2 Boplo, Kwetia Siram Sapi …   di sebelah kiri maka diawali dengan Harvest, Masakan Makasar Sop Konro, Karebosi, lalu makanan Manado, dan lain sebagainya dimana sepanjang kurang lebih 1 km sampai Boulevar maka kira2 70% adalah tempat makan.
Kalau kita datang dari arah Yos Sudarso, maka kita akan mendapatkan restaurant china terkenal ** haduh lupa namanya *** disebelah kanan ada Balai Samudra dan konon di ruko situ ada tempat makan sea food yang katanya enak dan murah ** belum pernah niy *** maju lagi setelah makro di sebelah kiri ada tempat makan Gading Batavia, kalau malam makan disebelah sungai ini mengingatkan sebuah tempat di Singapore (Clarke Quay). Belum lagi ada 4 Mall besar di kawasan sebesar itu dan jika kita masuk ke jalan perumahan, maka tak terhitung para penghuninya juga membuka usaha di bidang Kuliner.
Tapi ada tempat yang aku favoritekan sekarang adalah food court Eat & Eat yang terletak di Mall Kelapa Gading 5 yang baru dibuka pada September 2008 ada 34 gerai makanan traditional dan pembukaan dihadiri oleh Jagonya Kuliner Pak Bondan Winarno.
Begitu kita berjalan memasuki area food court tersebut maka kita akan dihadapkan dengan dekorasi cina peranakan baheula (dulu), bagi aku beberapa asesori mengingatkan masa kecilku dulu. Seperti piring seng dengan warna hijau loreng2, termos jaman dulu, terus perangkat makan lainnya. Mendekati kasir maka ada papan kayu besar yang menyatakan bahwa ini termasuk tempat yang direkomendasi oleh pencipta istilah “maknyus”, bahkan papan lain menunjukan disini tempat berkumpul jalur sutra.
Untuk dapat menikmati makan disini maka kita harus membeli kartu isi ulang (tapi gak ada perdana hue he he) minimal 10rb rupiah, dimana kalau sisa boleh kembali.
Satu atau dua hal yang menarik disini adalah menyediakan makanan tradisonal yang dijagoka dari daerah masing2, mis: Nasi Ayam Gang Baru dari Semarang, Nasi Krawu Pak Sadi Surabaya, Empal Gentong, Lumpia Semarang walau namanya barat (Eat&Eat) tapi gak ada makanan western. Bahkan ada Rujak Juhi yang biasa mangkal dekat es krim Ragusa veteran.
Ada Es Duren.. wah mantap habis dengan harga 15rb durennya bener2 muantap, Nasi Ulamnya juga ok. Memang bingung kalau disana, cuman gak ada salahnya buat dicoba satu2 sampai khatam eh tamat.
lalu disebelah depan ada kedai kopi dengan beberapa jajanan kecil asli jaman 70an yang sekarang jarang kutemui.
Yah sambil makan sambil bernostalgia. Aku sih merekomen kalau mau coba disana, cuman mana yang enak.. yah coba sendiri selama ini yang saya cobain oke2 aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s