Pertandingan Sepakbola Alumni SMA N 4 – 83 Jakarta dengan SMA N 3 – 83 Bandung

Opening, Sabtu 9 Mei 2009.
Ketika memasuki komplek PTIK sore itu, aroma pembantaian sudah terasa jelas membuat badanku merasakan sesuatu keganjilan akan terjadi. Dari kejauhan anfield stadium tampak megah, tembok yang mengelilingi lapangan dengan tribune yang menjulang tinggi. Sore itu sinar matahari membuat bayangan yang menaungi ratusan meter disekitarnya. Diseberang tribune tampak hotel-hotel bintang 5 khusus bagi penonton VIP, sehingga penonton sepakbola bisa melihat pertandingan sambil tiduran, sarungan, dudukan, can do anything while watching the game.
Memasuki stadion dengan tangga yang tinggi, suasana angker semakin terasa tanpa sosok makhluk besar berwarna hitam siap menerjang siapapun yang datang. Semakin dekat sosok tersebut semakin dapat dikenal… oh ternyata my old friend M. Tavip bersama keluarga sudah hadir sebagai penjaga pintu stadion.
Dilapangan the dream team, sudah mulai berlatih menendang bola .. berseragam putih di motif warna kuning tampak kontras di lapangan rumput hijau yang sedikit basah, karena hujan yang lebat sebelumnya di Jakarta.
Melihat keatas tribune yang besar tampak masih kosong, penonton belum pada datang memenuhi kursi yang disediakan.
Berjalan kesebalah kanan, nampak para suporter SMA N 4 hadir Hendri (Promotor acara) berbincang bersama Agus Supriyatna’ (a belakang mad dibaca 6 harokat), tampak pula Acing (yang dulu ulang tahun..saya ingat), Anita Dahlan (dokter), Pearl dan konsumsi berupa risoles, combro serta sirup merah telah siap tersedia.
Tampak pula pendatang baru bergaya casanova celana putih ** mungkin habis mengikuti ajakan lomba Farhan (Putih Surf) ** tapi yang anehnya dia membawa tas bergambar lidah The Rolling Stone, hanya satu yang pasti dapat diidentifikasi itu merupakan gaya remaja 80an.. mungkin dia anggota Club Eighties temannya Vincent & Desta. Orang2 memanggilnya “Puk”.
Hanya satu lagi yang menimbulkan keanehan mana lawannya SMA 3 Bandung, ternyata baru 2 orang yang hadir. Hendri sdh berhitung berapa modal yg dikeluarkan dan kerugian, karena tidak ada lawan.
Mereka menyerah sebelum pembantaian terjadi ( makana tong lalawora siah wani nantang urang, teu nyaho lawan saha … kamari ngawanikeun maneh..ayeuna nyumput di imah. Ceunah rek ngajakan di Bandung ..soklah ngan tong curangnya ke aya adjat sudrajat jeung robby darwis maen tah..)

Akhirnya pertandingan dijalankan dengan membagi dua tim kita ditambah wasit dan hakim garis disuruh bermain, sehingga permainan menjadi tidak menarik lagi…
Selanjutnya Mendingan aku foto2 aja deh, bersama teman2 senarsis agar dapat memenuhi koleksi di facebook album bisa dilihat di tempat rekan kita Prima Sudrajat atau Pearl Hazel Kawilarang.
Jadi jalannya pertandingan, tidak terdokumentasikan… memang penting .. kekekek

Penutup.
Hari menjelang magrib ketika pertandingan usai. Tribune itu tetap kosong seperti semula.. sementara hotel yang terdapat diseberang tribune tampak jemuran-2 terdiam tak bergerak, dipaksa menonton pertandingan.
Adzan magrib berkumandang, sebuah masjid besar di dalam komplek PTIK telah memulai persiapan sholat.

Dan pulang sambil mendengarkan Viva la vida Coldplay.

I used to rule the world
Seas wolud rise when i gave the world
Now in the morning I sleep alone
sweep the streets i used to own

I used to roll the dice
Feel the fear in my enemies eyes
listen as the crowd would sing
“Now the old king is dead! Long live the King!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s