Kaum Madyan, Umat Nabi Syuaib binasa karena timbangan

Kehancuran dan musnahnya umat-umat terdahulu harusnya menjadi pelajaran umat manusia. Sebab, kehancuran umat-umat itu diakibatkan oleh perbuatan mereka sendiri yang tak mau mensyukuri atau mengimani akan kekuasaan Allah SWT.
Hal yang sama menimpa kaum Madyan, umat Nabi Syuaib yang senantiasa selalu melakukan penipuan dalam perdagangan.

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman“. (QS Al A’raaf 85)

dan ini disebutkan juga dalam ayat lain.

Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).”

Dan Syuaib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS Huud 84-85)

Sedangkan Perintah Allah kepada setiap pedagang adalah :

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS Ar Rahman : 9)

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi“. (QS Al Muthaffifiin: 1-3)

Walaupun sudah diperingatkan berkali-kali untuk tidak melakukan perbuatan menipu dan kecurangan dalam perdagangan, kaum Madyan tetap pada pendiriannya. Karena itulah, Allah SWT kemudian menurunkan azab kepada umat yang membangkang ini

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,(yaitu) orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS Ar raaf: 91-92)

atau

Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka. (QS Al Ankabut: 37)

Madyan adalah salah satu putra Nabi Ibrahim AS yang kemudian menjadi menjadi nama kabilah yang terdiri dari anak cucu Madyan. Mereka tinggal di sebuah daerah bernama Ma’an terletak di dekat pantai Laut Merah di sebelah tenggara Gurun Sinai kawasan ini terletak di Yordania berbatasan dengan Palestina. Sebuah sumber menyatakan Madyan berada di ujung Syam (Syria) dan berbatasan dengan Hijaz (Arab Saudi)

Nabi Syuaib diutus Allah SWT kepada Kaum Madyan dan Kaum Aikah (yaitu umat yang menyembah hutan). Namun adapula yang menyatakan bahwa kaum aikah tersebut adalah kaum Madyan.

Namun bila merujuk pada ayat Al Quran kedua umat ini berbeda. Hal ini dibuktikan dengan azab yang berbeda yaitu berupa gempa pada kaum Madyan (QS Al A’raaf” 91-92) sedangkan pada kaum Aikah berupa gumpalan awan dari langit. (QS Asy Syu’araa: 189)

Adapun bukti2 peninggalan kaum Madyan dan Aikah, hingga kini belum ada pihak yang telah menemukannya. dan seperti diketahui makam Nabi Syuaib berada di kota Salt, Yordania. Nabi Syuaib AS diperkirakan hidup pada tahun 1600 – 1490 SM.

Lalu kita kembali kepada situasi sekarang kemaksiatan dan tipu menipu dalam pengaulan merupakan perbuatan dan perilaku yang banyak dilakukan. Para pedagang dan petani kecil selalu menjadi korban permainan para pedagang-pedagang besar dan para pemilik modal, sehingga dengan demikian yang kaya makin bertambah kekayaannya, sedangkan yang lemah semakin merosot modalnya dan semakin melarat hidupnya.
Atau dalam hal lain seperti penggelembungan harga, perubahan spesifikasi (down spek) dan kecurangan lain dalam perdagangan, maka hati2lah kita karena Allah sudah memberikan perintahnya dalam QS Ar rahman : 9.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s