Politik, gak ada malunya

jkAda istilah yang banyak dikenal dalam Politik, tidak ada lawan, tidak ada kawan
Cuman menurutku sih bukan itu, tapi gak ada malunya..
Kalau kita lihat tingkah laku para politikus di Indonesia ini ** gak tahu kalau di LN ** memang lincah kesana kemari demi suatu keuntungan partai atau pribadi bukan atas kepentingan rakyat yang selalu diatas namakan.
Portal yang dikutip dari Koran Tempo tersebut, sungguh menggelitikku..
Kalau kita sejarahnya..aduh kejauhan deh, oke apa deh istilahnya
Pada rapim munas Golkar awal tahun, beberapa orang dengan kepentingan tertentu mendesak Pak JK untuk mencalonkan diri jadi Capres, mereka beralasan bahwa Golkar partai besar (Pemilu 2004 mendapat 21% kursi) masa hanya jadi Capres.
Padahal aku yakin sebenarnya doi gak PD secara menurut lembaga survey pendapatan suaranya jauh dibawah SBY, bahkan dari Sultan sekalipun yang juga kader Golkar. Tapi ada yang bilang kalau doi gak maju, maka Sultan akan maju ** haduh satu partai aja rebutan he he he **.
Akhirnya JK siap maju, dan melakukan tour keliling Indonesia untuk menyatakan kesiapannya, dengan iklan sambil menggulung tangan Golkar siap bekerja begitulah kira2.. tapi hasil Pemilu ini benar2 diluar dugaan semula, Golkar hanya mendapatkan suara 14,.. % saja. Bahkan didaerah kelahirannya sendiri di Dapil Makasar kudengar Golkar kalah dari Demokrat.
Tentu si boss ini berpikir ulang dong, demi mempertahankan posisi di Pemerintah, maka dia ketok pintu he he…
Contoh lain tingkah para politikus adalah ketika PPP juga bergabung dalam koalisi sebelum pemilu dengan PDI-P, Golkar dalam golden triangle, begitu keadaan seperti ini langsung Pak Ketua bilang bahwa Golden triangle bukanlah suatu yang mengikat.. sekarangkan dia jadi menteri, terus kalau PPP ngikut dengan PDIP ya.. paling jadi ketua partai gak ada gaungnya gak ada duitnya.
Ambil contoh lagi headline koran hari ini bergambar Wiranto dan Prabowo saling bersalaman, padahal keduanya mempunyai permusuhan karena kasus ketika awal reformasi.

Dengan tingkah laku para politikus seperti ini yang lebih mementingkan kepentingan partai dan pribadi maka tidak heran orang lebih memilih Golput, sekitar 30% dari DPT tidak memberikan suaranya pada Pemilu kemaren.
Berita baiknya mereka rata2 berketetapan untuk ikut Pilpres.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s