Dzulkarnain, Tembok Penghalang, Ya’juj dan Ma’juj

Banyak cerita didalam Al Qur’an yang masih misteri, mengenai apa, siapa dan dimananya ?

Salah satunya adalah cerita mengenai Dzulkarnaen yang terdapat dalam surat Al Kahfi 83 – 99, dibuka dengan :

Dan Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Akan kubacakan kepadamu kisahnya(Al Kahfi: 83)

Ada tiga pertanyaan besar yang jadi bahan diskusi para ahli, yaitu : Dzulkarnaen, Tembok Penghalang dan Ya’juj dan Ma’juj

Dzulkarnaen

Banyak ahli yang mengaitkan Dzulkarnaen dengan kisah kebesaran Alexander The Great dari Macedonia, Yunani atau dengan Cyrus II seorang raja dari Persia Kuno.  Benarkah ?
Banyak pihak meyakini bahwa Dzulkarnaen adalah Alexander The Great, yaitu Michael H. Hart penulis buku 100 tokoh berpengaruh di Dunia atau juga Ibn Hisyam. Ibn Hiyam adalah salah satu ahli sejarah Islam awal yang menulis sejarah kehidupan Rasulullah.
Pendapat tersebut diatas sulit diterima, menurut Asy-Syukani karena hal ini mensyaratkan bahwa Dzulkarnaen adalah orang kafir, sementara Al Quran menyebutnya sebagai yang mendapatkan petunjuk.

Menurut sejarawan Muslim, Dzulkarnaen adalah julukan dari Abu Karb al-Himyari atau Abu Bakar bin Ifraiqisyi dari daulah al-Jumariah (115-552 SM). Kerajaannya at-Tababi’ah.  Dijuluki Dzulkarnaen (pemilik dua tanduk) karena kekuasaannya yang luas terbentang dari Yunani ke Persia (dahulu kekuasaan kerajaan Persia sampai ke India), atau dari barat sampai ke timur.

Kemungkinan besar sejak saat itulah diasosiasikan bahwa Dzulkarnaen adalah Alexander.

Sementara itu menurut Ibnu Abbas, Dzulkarnaen adalah seorang raja yang saleh. Karena itu banyak pula yang menyebutkan bahwa Dzulkarnaen adalah seorang nabi. Dalam kita Aqidah al Awwam,  karya Ahmad al-Marzuqy, jumlah nabi ada 126 ribu orang dan rasul berjumlah 313 orang.
Cyrus the Great (590 — 529 sblm Masehi) adalah pendiri dan penguasa kerajaan Persia Kuno. Kerajaannya terbentang dari Asia Barat Selatan (Libanon, Israel) hingga Pakistan (sekarang), dari Timur Tengah hingga Armenia. Kekuasaannya meliputi Timur Barat Utara Selatan. Kerajaan Persia terkenal dengan logo domba dengan 2 tanduk yang melingkar.  Selain itu Cyrus terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Bahkan dikabarkan dia melepaskan Bani Israel karena Bani Israel adalah kaum monoteistik dan memerintahkan pembangunan Kuil Sulaiman sebagai tempat penyembahan kepada Tuhan.

Penelitian lain menyatakan Dzulkarnain tidak lain adalah Akhnaton (Amnihotib IV), Raja Mesir yang berkuasa antara tahun 1370 s.d. 1352 SM (Dinasti XVIII). Akhnaton sendiri adalah anak dari Amnihotib III yang saat ini kita kenal dengan Fir’aun, raja Mesir yang mengaku dirinya sebagai Tuhan dan ingin membunuh nabi Musa. Banyak fakta yang ditampilkan yang mengarahkan Dzulkarnain sebagai anak Firaun. Dzulkarnain inilah yang diyakini sebagai orang yang membela Nabi Musa ketika Firaun ingin membunuhnya yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai “laki-laki yang beriman”.

Dan seorang laki-laki yang beriman di antara keluarga (pengikut-pengikut) Fir`aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (Al-Mu`min:028)
Akhnaton menjadi raja setelah ayahnya Firaun tewas di laut merah ketika mengejar nabi Musa.
Dari sekian banyak raja Mesir, hanya Raja Zulkarnain (Akhnaton) dan keluarganya yang tidak ditemukan muminya meskipun piramid yang akan digunakan untuk makam Raja Akhnaton berhasil ditemukan namun para ahli sejarah tidak berhasil menemukan muminya.
Menurut arkeolog, bangunan reruntuhan tembok yang berada di Asia Tengah itu berkonstruksi besi dan tembaga dan cara membuat serta desainnya merupakan desain Mesir. (baca bagian Tembok Penghalang)
Hal lain yang mendukung pendapat bahwa Dzulkarnaen dari Mesir adalah pengolahan kertas yang berkembang pesat di Cina setelah masa itu. Karena sebelumnya pengembangan kertas hanya ada di Mesir denga papyrus(paper).

Tembok Penghalang.
“Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).”

“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.”

“Mereka berkata: “Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

“Zulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,”

“berilah aku potongan-potongan besi” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”. (Al-Kahfi 92 -96).

Sekitar 50 km di utara Beijing, ada sebuah desa di kaki bukit bernama Badaling. Dari sinilah para turis memasuki pintu gerbang menuju Tembok Besar Cina (The Great Wall). Pemandangan dari atas tembok sangat indah. Tembok sepanjang 6000 km itu konon bisa terlihat dari bulan. Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al Kahfi. Dan yang disebut Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan.
Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid, seorang penulis dan peneliti tentang tembok Dzulkarnaen meyakini bahwa tembok yang dibangun oleh Dzulkarnaen adalah tembok cina tersebut. Bisa dibaca dalam buku “Mengungkapkan Misteri Perjalanan Dzulkarnaen ke Cina, Munculnya Ya’juj dan Ma’juj di Asia”
Ada tiga hal yang berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman, “Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di manakan tembok Zulkarnain?

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.
Hasil foto satelit pada ordinat tersebut sudah tidak diketemukan tembok atau dinding besi di sana, tetapi Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu. Subhanallah.
Timurleng pernah melewatinya, juga ilmuwan German Slade Verger, Arkeolog Spanyol, Klapingeo pada 1403 M.
Al-Syarif al-Idrisi dalam bukunya Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq Al-Afaq, menegaskan hal tersebut melalui riwayat penelitian Salam, utusan Khalifah Al-watsiq Billah (abasiay). Sallam melihat pegunungan yang terpisah oleh lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Ya’juj dan Ma’juj
Cerita Dzulkarnain juga terkait dengan Ya’juj dan Ma’juj. Dalam kaidah bahasa Arab, kata Ya’juj dan Ma’juj ini adalah kata yang aneh karena tidak bisa ditashrif. Sejumlah ahli bahasa meyakini bahwan Ya’juj dan Ma’juj adalah orang Cina.

Pemahaman tentang Ya’juj dan Ma’juj ini juga sejalan dengan hadits nabi:
“Kalian mengatakan, kalian tidak punya musuh. Kalian tetap akan melawan musuh kalian sehingga keluar Ya’juj dan Ma’juj yang bermuka lebar, bermata sipit, bersosok (atau berkulit kuning), akan turun dari setiap perbukitan, seakan wajah mereka rata bagai permukaan palu.” (Hadits riwayat Imam Ahmad)

Di dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda:
“Tiada ilah selain Allah. Celaka orang-orang Arab akibat kejahatan yang kian dekat. Tembok pemisah (perlindungan dari) Ya’juj dan Ma’juj terlah terbuka, seperti ini,” beliau sambil melingkarkan ibu jari dan telunjuknya. Zainab berkata,
“Kataku, Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa sedang di tengah-tengah kita terdapat orang-orang shaleh?” Beliau
menjawab, “Ya, jika kejahatan merajalela.” HR. Bukhori.

Konon, makhluk yang bernama Ya’juj dan Ma’juj ini akan muncul menjelang hari kiamat nanti. Mengenai kebangkitan ini dinyatakan dalam surat An-Anbiya ayat 96-97
Hingga apabila dibukakan (tembok) Yakjuj dan Makjuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”
Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang lalim”.”

Allahu Akbar, begitu banyak hal-hal yang kita tidak diketahui dari Al-Quran, sudah menjadi tugas para ahli sejarah Islam untuk membukakan satu-satu rahasia Al Quran. Aku meyakini bahwa firman Allah ini benar adanya.

Di Kutip : Harian Republika, diperkaya dari sumber Internet dan kutipan Al Quran.

6 comments

  1. islamarket.net · April 6, 2009

    ada yang bilang, ya’juj-ma’juj itu Yahudi dan Amerika?

    • dennyms · April 6, 2009

      Aku koq sekarang kepikir, dimana ekonomi cina yang meraksasa sedang Amerika atau Eropa sedang bangkrut. Jadi apa ini yang dimaksud ? ah.. ini cuman pikiran selintas aja.

  2. eD · Juli 18, 2009

    “…Maka mereka…tidak dapat menebuknya…”;al-Kahfi:97

    Ayat menyatakan mereka tidak dapat “menebuk” tembok tersebut. Beribu-ribu tahun Allah swt memelihara tembok tersebut, dan tiada satu makhluk pun di seluruh alam ini mampu “menebuk” tembok kecuali dengan keizinan Allah swt, iaitu apabila Allah swt mengizinkan Yakjuj dan Makjuj dilepaskan.

    Sebaliknya dan di dalam satu hadis, Nabi bangkit dari tidur lalu berkata, “Celakalah Arab kerana kejahatan telah hampir. Yakjuj dan Makjuj telah menembusi tembok seluas ini.” Nabi mengisyaratkan lubang dengan menemukan ibu jari dan jari telunjuk.

    Apakah maksud hadis apabila dibaca bersama ayat 97 surah al-Kahfi yang menyatakan Yakjuj dan Makjuj “tidak dapat menebuknya”? Ini membuktikan Allah swt telah melepaskan mereka kerana fakta tembok berlubang membuktikan mereka telah berjaya menebuk tembok. Tembok tidak akan berlubang jika tidak boleh ditebuk!

    Oleh itu fakta tembok berlubang membuktikan Yakjuj dan Makjuj dilepaskan semasa zaman kehidupan Rasulullah saw di Madinah, iaitu selepas Allah swt menukarkan kiblah ke arah Kabbah.

    Bersambung di: http://muslimvillage.wordpress.com/

    • dennyms · Juli 21, 2009

      Terima kasih masukan dan tambahannya…segera meluncur ke sambunganya

  3. arif · November 26, 2009

    tambah lagi dong keterangan yang lebih detail

    • dennyms · Desember 19, 2009

      Waduh belum bisa nambah cerita nih.. Modal google terbatas spt ini.
      Yang pasti itu rahasia Allah dlm Al Quran yg harus kita pelajari dan kita kuak rahasianya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s