Kelalaian membawa musibah

358789eb-bdf2-4318-9a2a-db011cab7655

Sungguh peristiwa tanggal 27 Maret lalu, cukup mencengangkan kita dimana sebuah situ yang terletak dipinggir Ibu Kota jebol dan melepaskan air sebanyak 1,5 juta meter kubik sehingga menghancurkan ratusan rumah dan menewaskan 100 orang dan puluhan lain hilang.  Setelah berita tersebut barulah orang mulai menggali-gali informasi, yang ternyata mengarahkan ada kelalain manusia mungkin tepatnya pemerintah.

bandang2
Ada beberapa info yang aku baca misal :

– Peraturan PU No. 63/PRT/1993 tentang Garis Sepadan Sungai, Daerah manfaat sungai  juga Perda,

– Berita tentang laporan masyarakat sejak 2 tahun lalu,

– maupun pendapat para ahli dari BPPT yang telah menyampaikan paparannya lama sebelum kejadian.

– dll

Tapi kenapa hal ini bisa terjadi ??
Atau kasus lain misal yang kuingat banjir di Mandailing Natal atau di Jember Timur, karena pembabatan hutan yang berlebihan,  atau juga kasus kebakaran hutan (yang ini disengaja) yang menimbulkan asap tebal sampai negeri tetangga, atau kasus TPA di Bojong …  di Bandung yang longsor dan juga mengakibatkan orang meninggal.
Kasus lain selain bencana yaitu musibah kecelakaan pesawat mis: Adam Air, Lion dll atau juga kecelakaan kereta api belum  juga kecelakaan lalu lintas yang bisa diketahui.
Semua terjadi karena kita lalai, tidak patuh pada teori2 alam yang telah dibuatkan undang2nya untuk memitigasi resiko terjadi musibah.

Aku yakin bahwa Pemerintah dan Pemda pasti mempunyai rencana tata ruang di masing2 daerahnya. Dulu kuingat ada Rencana tata ruang Ibu kota Jakarta untuk 20tahun yang dibuat pada masa Gubernur Ali Sadikin, tapi begitu ganti gubernur maka dengan alasan yang tidak pasti terjadi perubahan, contoh lama : Hotel Mandarin , itu ditetapkan sebagai jalur hijau. Kukira ini juga yang terjadi pada situ gintung dimana banyak pengurukan sisi situ untuk kepentingan rumah tinggal.

Memang tanggung jawab paling besar ada di Pemerintah, dimana dengan otoritasnya seharusnya dapat mengatur tata ruang dengan lebih baik sehingga resiko itu walau tetap ada tapi dapat dimitigasi. Namun sebagai warga negara dan untuk kepentingan bersama juga alangkah baiknya jika kita juga tetap mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan berusaha untuk patuh terhadap aturan. displin.

Ayo yo mari kita coba disiplin. Misal dari hal kecil tidak membuang sampah sembarangan, tertib lalu lintas, membuat daerah resapan air dirumah dll.

Atau kata nasihat Aa Gym 3M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal kecil dan Mulai saat ini.

Alangkah tenangnya hidup kita, seperti ketika badai katrina akan menyapu daerah New Orleans, maka pemerintah dan masyarakat telah membuat antisipasi, sehingga korban bisa banyak berkurang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s