Hati2 Penawaran Menggiurkan

Well, sebenarnya cerita ini sudah banyak terjadi, cuman ternyata masih up-to-date.

Ini cerita asli terjadi padku semalam.. reality show … BELIEVE it or NOT

Berhubung dopamine masih bekerja dengan baik mentransmit sinyal di otak, maka ceritanya agak panjang.. boleh ya boleh. Eh memangnya harus interaktif…

This the story began, malem minggu lalu, aku sendiri ke MKG 3 untuk mengambil tiket java jazz di Disc Tarra, biasa beli satu dapat satu, yang namanya gratisan sih sikaaatttt ** biar bersih pake sabun ya..kekekek

Tapi justru hobby gratisan ini sebagai stimulus dari cerita sebenarnya…

Lanjut, setelah mengambil tiket di toko sambil beli satu CD deh… biar dengerin di jalan.

Jalan menuju parkiran, maka aku sempatkan telp istri di rumah “ Sdh selesai niih ngambil tiketnya, mau nitip apa ? “ dengan suara getar penuh kemesraan..

Istri : “Saya pengen roti breadtalk dong …”

Aku : “ Siap laksanakan… “… gak deh.. gak gitu2 amat.

Nah, disinilah awal mulanya.. jadi ketika berjalan menuju tukang roti tersebut kita melewati void yang cukup besar di Mall 3. Void itu ruang besar kosong yang biasa dipakai untuk acara music, fashion show atau pameran apa saja, sekarang void sdh jadi standard bagi mall.

Lanjut, pada saat lewat disitu terlihat ada pameran ..tapi sebenarnya sih tidak terlalu memperdulikannya..

Pada saat itu seorang pemuda dengan senyum yang khas, menawarkan minyak wangi ruangan ..

Pemuda Penjual 1 (PP1), soalnya nanti ada yang lain : “Pak, pengharum ruangan pak.. GRATIS..”

Kupingku langsung bergerak kekanan, dan langkah terhenti, badan berputar kekanan.

“Gratis …?”

PP1 : “Betul Pak, bapak nanti inget aja kalau beli di Carefour ..”

Hmmm… ini sih gak masalah..

Aku : “OK”

PP1 : “Pak, harus ngisi dulu nih datanya, saya perlu paraf aja “

Alert … WASPADA

PP1 : “Cuman ngisi nama aja dan paraf “….hu hui gak pake alamat berarti aman, mungkin hanya syarat pencapaian hasil aja…

status turun lagi AMAN

Selanjutnya, PP1 dan datang Wanita Penjual 1 (WP1) menawarkan lembar undian berhadiah.

Undian pertama aku buka .. tulisannya kira2 “coba lagi”, “ma’af tidak beruntung” sebangsa gitu deh

Aku bilang “ah ini cuman main2an aja, semua gak ada isinya “

Ditawarkan lagi, yang kedua juga nihil, pas ketiga gambar “Microwave”…

PP1 & WP1 langsung melonjak dengan gembira, muka berseri2.. “Pak, Tos dulu “

Ini nih yang aku salut toh, ekspresi muka mereka tuh.. kayaknya ikhlasss banget

PP1 : “Pak, kalau disuruh bayar jangan mau ya… “… hmm GRATIS lagi nih…

PP1 : “Pak nanti traktir saya makan JCO “ .

Waduh kok minta ditraktir nih..kalau donat aja sih masih murah,, gimana kalau minta minum coffee ..** berhitung dulu deh J **

Lalu gw diperlihatkan kecanggihan Microwave tersebut, katanya ini microwave menggunakan gelombang digital …wuduh model mana pula, gelombang “0 1 0 1 0 1” jangan2 buat Ayam Bakar jadi totol2 kaya dalmation.

Lanjut, PP1 bergegas ke counter katanya akan mencoba mengklarifikasikan ke kantor pusat

Dan sayapun dipanggil untuk interview dengan perempuan entah dimana, mungkin aja perempuan yang disebelah situ tuh..

Perempuan dari sebelah sana (PdSS) :”Pak, apakah bapak mengambil sendiri ?”

Aku : “Ya.” … mau menang gimana mau ngaku yang lain

PdSS : “Bapak membuka sendiri bukan oleh karyawan kami ?”

Aku :”Ya” …lha iyalah kan mau menang.

PdSS :”Baik Pak, Bapak sebagai pemenang nomor 45, bapak nanti akan di foto ..** sebagai wajah orang tertipu ***

PdSS :”Tapi bapak harus bantu promo kami, dengan membeli produk paket A” taadaaaa

status : SIAGA 1

PP2 :”Pak, kartu kreditnya apa ?”

Aku : “BNI “ dengan nada datar mulai tidak bersemangat

PP2 :”Selamat Pak, karena bapak menggunakan BNI maka berhak atas pressure cooker electric “ dengan lonjakan seperti tadi. Eh tahu enggak apa tuh pressure cooker, itu loh memasak dengan tekanan..

PP1 dengan semangat riang gembira mendorong kardus pressure cooker.

Mari Pak sini duduk. Dan dibawalah saya ketempat duduk dengan diiringi para ajudan berseragam biru..

Lalu dia keluarkan majalah kesehatan Nirmala, dia tunjukan bahwa produk dia ada dalam majalah tersebut. Aku sampai lihat kertas, halamannya dan tulisannya nyambung enggak? , beneran enggak? Maklum status telah ditingkatkan SIAGA 1. Tidak cuman satu dia keluarkan majalah edisi Feb 2009, October 2008 dan satu lagi tahun 2008. Termasuk juga para foto pemenang.

WP1 :”Bapak jangan sombong yah..kalau nanti foto bapak ada di dalam majalah”

PP2 :”Bapak akan kami muat pada edisi April “

Aku :”Ah pernah dimuat di Majalah TEMPO”…. Pada gak percayakan ? coba lihat edisi khusus tahun lalu deh. Dengan kertas deluxe. Harga majalahnya mahal karena edisi khusus .

Aku :”Mana produk paket A nya ? “ .. sudah mulai tidak sabar

PP2 :”Bapak, lihat kartu kreditnya saya mau lihat member since-nya “

Setelah dilihat dia kok tuh kartu kredit dipegang terus, akhirnya aku rebut aja deh.. demi keamanan

Aku ;”Mana produk paket A nya ?”

PP2 :”Itu cuman panci aja kok “ … kepikiran kalau 1 jt aja sih itung2ngannya sikaaaaatttttttt

PP2 memperlihatkan harga Microwave seharga 6 jutan lah dan pressure cooker sekitar 4 jutaan, dan itu buat anda eh saya.. coba gimana enggak tergiur ..netes

Akhirnya PP1 mendorong kardus berisi panci …ternyata saudara2 cukup besar kardusnya.

PP2 mengeluarkan tuh panci, dan diinjek-injek..memang tuh panci bahannya tebal bagus jadi berat juga kalau dipegang.

Aku :”Ok, berapa nih harga panci ?”

PP2 :”Harganya 7,8juta “..sekali lagi tujuh juta delapan ratus ribu.. langsung ciut deh, kayak botol plastik kepanasan

Coba dengan 7,8 juta gw bisa beli notebook acer core to duo, atau Asus N10J netbook 10” 160GB HDD atau malah bisa beli motor.

PP2 pantang menyerah dia memberikan para pengunjung yang telah sepakat membeli, memang ada beberapa orang yang membeli… satu gw lihat bapak umur 50an.. ah kasian pasti dirumah langsung digeber istri dan anaknya.

Gw mulai berkotbah :”Beli barang itu antara need (butuh) dan want(ingin) ” lalu mulailah gw cerita sebenarnya barang2 itu gw sdh punya.. ini beneran lho… Jadi kalau beli juga itu adalah ingin bukan butuh. Datanglah WP2 mungkin ini bosnya atau jangan2 yang tadi ditelepon.. hih meneketehe

WP2 : “Sayang Pak, ini murah lho.. bapak sangat beruntung sekali”

Sementara PP1 dan WP1 hanya terdiam tegang .

Tapi akhirnya kuteguhkan untuk menyingkir segera, “Ma’af ya.. saya tidak jadi mengambil”

“eh tadi parfum gratisnya mana? Sini saya bawa”.. gak mau rugi hi hi hi

Dan merekapun bengong, terhenyak, tertegun.. mulutnya mangap semua, untung di Mall jadi gak ada lalat masuk.

Mungkin ada yang bilang gw bodo, bego, belegug kan itu untung beli 7,8 juta buat harga total 17 juta, tapi hari ini mana ada orang mau rugi. Kalau kata orang Yahudi “No Free For Lunch”

Pernah dengar, ada beberapa kawan istri dan teman juga, yang setelah sampai dirumah baru menyesal.. ngapain juga bayar berjuta2 untuk barang2 yang tidak begitu diperlukan.

Ayah mertuaku, sempat kena juga dia harus bayar centong nasi sebesar Rp.100.000 ,- katanya bagus buat penyakit maag. Padahal cuman tuh centong ada motifnya tok… berhubung beliau sdh sepuh, maka kita cuman mengutuk keras serangan tersebut.

Oh iya satu lagi, ternyata hp gw tertekan sehingga speed dialing ke rumah. Dan wahai para sahabat “Semua pembicaraan tadi didengarkan di rumah “

Istri dirumah sudah panic, dia komat kamit berdoa soalnya katanya lihat aku kok kalem banget dan berasa pasti terjebak dalam pelukan.. hehehe

Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya sehingga akal sehatku menolak penawaran tersebut.

Pelajaran Moral: Jangan tergoda penawaran gratis.

Kadang walau tahu, kita bisa juga sekali-kali terpancing..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s