i’m back

Well, sudah lama juga gak nulis di blog ini. Banyak hal yang sudah berubah sejak terakhir menulis yaitu th, 2012.

Pertama Saya sdh resign dan mencoba karier baru menjadi Profesional Freelance

Kedua Pilpres sudah selesai, Bapak Sby sebentar lagi selesai masa tugasnya (2 periode), diganti dengan JKW dengan style kepemimpinan yang berbeda, kita doakan saja Indonesia menjadi lebih baik, walau ada kemungkinan hambatan dari KMP

Ketiga Kejuaraan Dunia sdh selesai dgn Jerman menjadi juara, Real Madrid tim favorite saya memenangkan Liga Champion, Jose Mourinho balik ke Chelsea (hmm sementara jadi pemuncak di Liga Primer)

Keempat, saya baru saja melakukan perjalanan keliling Eropa, nah ini nanti saya bagi pengalaman , tips (gak ada trik).

Kelima, saya sudah tidak menggunakan Blackberry lagi, sekarang Iphone dan Android. hanya saja untuk sekarang ini sudah tidak explore lagi. he he tinggal memakai aja fiturnya.

Keenam, silahkan ikuti tulisan saya berikutnya

Meeting @Puncak

image

panorama from window

Hari2 ini kita mengadakan meeting di Puncak. Enak juga lihat ke luar pemandangannya gunung, udara segar.
Tapi ada fenomena baru,  banyak tamu dari timur tengah. Mungkin nyari udara dingin yaa…
Yang pasti keberadaan mereka dapat diidentifikasi dengan wanginya yg kuat …

Segitu dulu deh

Score Mobile FC

Buat Om2 yang senang dengan berita2 bola, bisa download aplikasi Score Mobile FC dari application world Blackberry

Disitu ada banyak informasi tentang pertandingan sepakbola di beberapa negara tentunya Indonesia tidak ada  ….

Informasi tersebut ada jadwal, score, table, berita termasuk informasi detail dalam pertandingan.

oh juga bisa kasih alert untuk team2 kesayangan kita, ketika akan bertanding.

Untuk yang ingin jadwal sport lain bisa juga download Score for blackbery itu termasuk F1, NBA, Tennis dll…

Busway Koridor X

Sudah lama dinantikan akhirnya Koridor X Busway Jurusan Cililitan – Tj, Priok beroperasional juga. Kenapa ini aku tunggu-tunggu karena jarak salah satu haltenya berada sekitar 300 – 400 m dari rumah. dekat yah..

Pagi ini akhirnya kucoba untuk menaiki rute ini. Sesampainya di halte ternyata haltenya kosong, mungkin karena rute ini belum menggaet pelanggan atau kecuali seperti di koridor IX dimana rute bus reguler dihapus untuk jalur yang sama. Busway sendiri seperti yang telah kubaca di koran memang betul datang setiap kurang lebih 15 menit.

Sebenarnya jalur ke kantor membutuhkan tiga kali ganti jalur, koridor X lalu berpindah di Cempaka Mas ke Koridor III dan terakhir pindah lagi di Harmony ke Koridor I jurusan Kota – Blok M. Sangat berhemat dengan uang Rp. 2000 ,- (sebelum jam 7) bisa sampai kantor.

Permasalahannya adalah berangkat jam 6.10 dari rumah, sampai dengan kantor jam 7.45 kurang lebih 1,5 jam, sedangkan jika berangkat dengan kendaraan pribadi waktu tempuh 20 menit. Permasalahan utama menurutku adalah waktu tunggu yang cukup lama, andaikata bisa diperpendek menjadi setiap 5 – 10 menit mungkin jadi lebih baik.

Ini case per case sebetulnya, apakah busway ini menguntungkan atau tidak? kebetulan dengan lokasi rumahku yang dekat kantor maka biaya penghematan dibandingkan dengan pengorbanan waktu, kenikmatan, tenaga menjadi tidak significant.

btw : Aku senang rute ini dapat beroperasi sebagai alternatif transportasi.

 

 

 

Posted with WordPress for BlackBerry.

Upgrade OS 6.0.0.418 buat Onyx 9700

Awalnya belum ada niat untuk upgrade OS, karena dengan OS 5.0.0.743 blackberry aku merasa sudah cukup memadai untuk keperluan pekerjaan dan bermain2. Sampai pada suatu hari seorang teman membeli Onyx 2 dimana OS bawaannya sudah merupakan OS 6.

TIPS: Untuk melakukan upgrade seperti ini maka knowledge center yang paling baik adalah dengan membuka millis id-blackberry (kumpulan para jawara blackberry Indonesia). Pelajari semua mengenai upgrade OS 6 ini, karena sudah banyak orang yang patah hati. memory drain dan lemot.

Akhirnya ditemukan walau belum official ada OS 6, yang sudah digunakan dan cukup stabil yaitu OS 6.0.0.418.

Untuk cara upgrade masih seperti biasa dan ukuran file OS tersebut sekitar 160MB.

Lakukan backup full sebelum upgrade, karena tidak seperti sebelumnya semua kontak, email dan SMS akan hilang semua, kupikir mungkin karena terjadi perbedaan yang jauh. Setelah berhasil upgrade, lakukan restore (tapi periksa dahulu mungkin casenya bisa berbeda). Ada satu hal yang tidak bisa direstore adalah BBM group. ini hanya terjadi di BB ku atau yang lain. tapi siap2 aja. catat dimana anda ikut group bb dan siapa adminnya (ada tanda kunci di member list).  Jika tidak kembali BBM group ini, makalah admin tersebut untuk re-invite.

Yang bikin enggan balik lagi yaitu beberapa fitur yang oke, spt dibawah ini :

ada 3 menu pada home screen:

1. Adalah menu setting dasar/umum sepert manage connection, Alarm dan pilihan option

2. Pilih profile, recently email/sms/bbm atau mirip message icon dan yang kanan adalah icon search. pilihan search ini seperti google search di desktop dia cari apa yang dicari dari perangkat hh kita

3. Menu per Category ada : All, Favourite, Media, Download dan Frequent.

Perubahan pada setting camera :

Perubahan scene mode dengan setting :  Auto, Potraits, Sport, Landscape, Party, Close up, Snow, Beach, Night and Text

Setting Geotagging untuk membuat tag dengan melihat posisi saat ini.

Perubahan pada Browser :

Perubahan pada browser, yang bisa multi tab, dan menu zoomnya yang bisa digeser besar kecil

Soal memory, memang terjadi penurunan yang significant, sisa memory yang biasanya berkisar 80-90 Mb menjadi 30 – 40 Mb. Masih oke lah buatku, dan juga tidak terlalu lemot.

Jadi kalau mau coba silahkan atau kalau mau sabar nunggu yang official (gak tahu kapan release)…..

Jalan-jalan ke Palembang

Akhir Maret 2010, ini aku berkesempatan untuk jalan2 bersama keluarga ke Palembang.
Tidak banyak yang dapat dilihat disana, ada Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Mesjid Agung ada juga wisata
alam seperti Hutan Wisata Punti Kayu (kelewatan pada perjalanan ke Bandara Sutan Mahmud Badaruddin II), tapi
driver yang membawaku tidak merekomendasi dan kelihatannya tidak terurus.
Jembatan Ampera diwaktu malam memang indah sekali, apalagi kita melihat dari Restoran River Side, sambil makan
melihat bayangan jembatan di air.  oh ya.. setiap malam minggu dari restoran tersebut ada kapal yang berlayar
mengitari Sungai Musi, hanya sayang (mungkin peminatnya sepi) jadwalnya hanya sekali. Ketika aku sampai sana,
kapal sudah berlayar.

Tapi untuk urusan makan lain lagi, jangan tanya mengenai pempek. Sepanjang jalan didalam kota Palembang banyak
sekali rumah makan pempek Palembang. Pertama mendarat di kota Palembang, kami diajak makan di Sri Melayu,
sebuah rumah makan di tengah kota dengan suasana yang asri, makan pindang patin juga ikan seluang disaji bak
makanan padang. Menurut pemiliknya katanya di Jakarta juga ada. Tapi menurutku harga cukup mahal.

Untuk pempek, beberapa yang mempunyai banyak cabang yaitu Candy, Pak Raden dan, Vico.
Karena Pak Raden ada di Jakarta, maka kucoba pempek Candy, Vico juga Saga (atau Sudi Mampir).
Di Palembang dijual pempek kecil yang berisi lenggang, kapal selam dan yang bulat2 (lupa). Pada ketiga tempat
tersebut secara rasa mirip2, akan tetapi jangan dibandingkan dengan di Jakarta (umumnya) karena di Palembang
kadar ikannya banyak sehingga mirip baso ikan gitu. Dan cuko-nya rata2 pedas buat ukuranku yang tidak menyukai
pedas.  Selain itu menu lain ada pempek lenggang yang menggunakan telor dan model menggunakan kuah juga tekwan. Harga untuk yang pempek kecil beragam dari Rp. 2000 sd 3000, Vico termurah. Mereka sdh terbiasa untuk dibeli sebagai oleh2, siap dengan dus. oh ya ditempat Vico ini juga ada dijual es Kacang merah.

Makanan khas lain Palembang adalah pindang patin, istriku mencoba di resto Pindang Patin Rawas di jalan
Angkatan 45, katanya maknyuss.

Pindang Musi Rawas, jl. angkatan 45

Selain itu adalah makan khas lain adalah mie celor, sebuah mie dengan potongan
udang kecil dan kuah kental, aku mencobanya di Novotel Palembang. Rasanya mantap, tapi tempat jualan yang
enak, konon katanya di sebuah pasar tapi tidak sempat mampir.

Mie Celor

Makanan lain yang juga banyak adalah Martabak HAR, ini sebuah martabak (haji abdul Rojak) katanya yang asli
disekitar Mesjid Agung Palembang. Yang pasti ada gambar Pak Haji-nya. Martabak ini polos aja tidak ada
dagingnya, dan dimakan menggunakan kuah kari. Mantap juga..

Untuk yang menyukai tempat yang romantis, maka makan malam di River Side (dekat Benteng Kuto Besak) dengan
pemandangan jembatan Ampera yang dihiasi lampu cukup menawan.

Akhirnya acara belanja khas Palembang, yaitu kain songket. Harganya mahal jutaan rupiah tergantung kwalitas.
Iparku mengajak ke sebuah pasar di depan PIM (Palembang Indah Mall). Disitu cukup murah, aku membeli kemeja
dari serat kayu motif Palembang seharga Rp. 160.000 ,-

Ada hal lain yang cukup menarik perhatianku, adalah tidak ada Alfa Mart atau Indo Mart di jalan2 dalam kota
yang kulalui. Mungkin memang tidak diperbolehkan, akan tetapi menjadi sulit untuk berbelanja kebutuhan2 kecil,
karena warung juga jarang.

Hal lain yang menyenangkan, adalah selama disana sebuah mobil camry setia menemaniku  he he..he..